LAPORAN AKHIR 1 MODUL 1 PRATIKUM SISTEM DIGITAL




1. Jurnal
[Kembali]





 




2. Alat dan Bahan [Kembali]
 1. Gerbang Not

    Gerbang NOT sering juga disebut sebagai rangkaian inventer (pembalik). Tugas rangkaian NOT (pembalik) ialah memberikan suatu keluaran yang tidak sama dengan masukan.




    2. Gerbang AND
    
        Gerbang AND merupakan salah satu gerbang logika dasar yang memiliki prinsip kerja perkalian. Nilai output akan berlogika  1 jika semua nilai input logika 1, dan jika salah satu atau lebih input ada yang berlogika 0 maka output akan berlogika 0.



      3. Gerbang OR
        
        Pada gerbang logika OR ini bisa dikatakan bahwa jika salah satu atau lebih input logika 1 maka output akan berlogika 1 . Nilai output logika 0 hanya pada jika nilai semua input berlogika 0.
 


4. Gerbang XOR

    XOR merupakan gerbang OR yang bersifat exlusif, jika input logika 1 berjumlah genap (0,2,4, dst), maka hasil output akan berlogika  0, dan jika logika 1 berjumlah ganjil (1,3,5,dst), maka hasil output berlogika 1.


    5. Gerbang NAND

        Gerbang NAND adalah gerbang AND yang keluarannya disambungkan ke inverter. Nilai output akan berlogika1 jika salah satu atau lebih  nilai input adalah berlogika 1, dan output akan berlogika 0 jika semua input berlogika 1.




6. Gerbang NOR

    Gerbang NOR adalah gerbang OR yang disambung ke inverter. Gerbang NOR akan menghasilkan keluaran logika 0 jika salah satu dari masukkan (input) bernilai logika 1 dan jika ingin mendapatkan keluaran logika 1, maka semua masukan (input) harus bernilai logika 0.. Atau dapat menngunakan prinsip pernjumlahan, kemudian di NOT kan.





7. Gerbang XNOR
    
    Gerbang XNOR adalah gerbang XOR yang diinverterkan. Jika input logika 1 berjumlah genap (0,2,4,dst), maka hasil output berlogika 1, dan jika input logika 1-nya berjumlah ganjil (1,3,5,dst) maka hasil output berlogika 0.




8. Logic Probe

    Logic Probe dijadikan sebagai hasil keluaran atau output. Dimana akan menampilkan logika 0 atau logika 1
   




9. Clock
    



3. Rangkaian Simulasi [Kembali]



4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

Rangkaian yang digunakan dalam percobaan menggunakan gerbang logika NOT, AND, OR, XOR, NAND, NOR, dan XNOR. Setiap gerbang logika dihungkan dengan input B1 dan B0 untuk kemudian dilihat outputnya. 

a) Gerbang NOT
    Gerbang NOT merupakan gerbang logika yang mana outputnya merupakan kebalikan dari input. jika input berlogika 0, maka outputnya akan berlogika 1 dan begitu juga dengan sebaliknya.

b) Gerbang AND
    Gerbang AND merupakan gerbang logika yang mana bekerja dengan prinsip perkalian. Sebagai contoh, ketika input gerbang AND berlogika 1 dan 0, maka outputnya berlogika 0 karena hasil perkalian dari 1 dan 0 adalah 0.
 
c) Gerbang OR
    Gerbang OR merupakan gerbang logika yang berkerja dengan prinsip penjumlahan. Jika input dari gerbang logika OR adalah 1 dan 0 maka outputnya berlogika 1, jika input berlogika 1 dan 1, maka outputnya berlogika 1, dan jika output berlogika 0 dan, maka outputnya berlogika 0

d) Gerbang XOR (exclusive OR)
    Gerbang XOR merupakan gerbang logika yang mana ketika jumlah inputnya berlogika ganjil, maka outputnya akan berlogika 1. sedangkan ketika jumlah inputnya berlogika genap maka outputnya berlogika 0.

e) Gerbang NAND
     Gerbang NAND merupakan gerbang logika yang outputnya merupakan output gerbang AND yang kemudian dihubungkan dengan gerbang NOT atau inverter sehingga output dari gerbang NAND merupakan kebalikan dari output gerbang AND. Ketika input berlogika 0 dan  0, maka outputnya berlogika 1. ketika input berlogika 0 dan 1, maka outputnya berlogika 1. ketika input berlogika 1  dan  0, maka outpunya berlogika 0. Sedangkan ketika input berlogika 1 dan 1, maka outputnya berlogika 0.

f) Gerbang NOR
    Gerbang NOR merupakan gebang logika yang outputnya merupakan output gerbang OR yang kemudian dihubungkan dengan gerbang NOT atau inverter sehingga output dari gerbang NOR merupakan kebalikan dari output gerbang OR. Ketika input berlogika 0 dan  0, maka outputnya berlogika 1. ketika input berlogika 0 dan 1, maka outputnya berlogika 0. ketika input berlogika 1  dan 0, maka outpunya berlogika 0. Sedangkan ketika input berlogika 1 dan 1, maka outputnya berlogika 0.

g) Gerbang XNOR
    Gerbang XNOR atau exculsive NOR merupakan gerbang logika yang bekerja dengan prinsip ketika jumlah input berlogika ganjil, maka outputnya berlogika 0, sedangkan ketika jumlah input berlogika genap, maka outputnya berlogika 1.
 
  

    Pada percobaan selanjutnya dari percobaan 1, setiap gerbang logika akan diuji untuk melihat bentuk gelombangnya dengan menggunakan input B0 dan B1 dimana B1 menngunakan clock sebagai input kemudian outputnya dilihat menggunakan H1 dan H2. Sehingga gelombang hasil percobaan dapat dilihat pada jurnal di atas

5. Video Rangkaian [Kembali]




6. Analisa [Kembali]

1. Jelaskan prinsip kerja rangkaian dalam gerbang AND, NAND, NOR

Jawab :

a. Gerbang AND

Gerbang AND merupakan gerbang logika yang bekerja atas prinsip perkalian, dimana output merupakan hasil perkalian dari input. Ketika input B0 berlogika 0 dan B1 berlogika 0, maka outputnya adalah 0x0= 0 atau berlogika 0 ketika input B0 berlogika 0 dan B1 berlogika 1, maka outputnya berlogika 0. ketika input B0 berlogika 1 dan B1 berlogika 0, maka outpunya berlogika 0. Sedangkan ketika input B0 berlogika 1 dan input B1 berlogika1, maka outputnya berlogika 1.




b. Gerbang NAND

Gerbang NAND merupakan gerbang logika yang outputnya merupakan output gerbang AND yang kemudian dihubungkan dengan gerbang NOT atau inverter sehingga output dari gerbang NAND merupakan kebalikan dari output gerbang AND. Ketika input B0 berlogika 0 dan B1 berlogika 0, maka outputnya berlogika 1. ketika input B0 berlogika 0 dan B1 berlogika 1, maka outputnya berlogika 1. ketika input B0 berlogika 1  dan B1 berlogika 0, maka outpunya berlogika 0. Sedangkan ketika input B0 berlogika 1 dan input B1 berlogika1, maka outputnya berlogika 0.



c. Gerbang NOR 

Gerbang NOR merupakan gebang logika yang outputnya merupakan output gerbang OR yang kemudian dihubungkan dengan gerbang NOT atau inverter sehingga output dari gerbang NOR merupakan kebalikan dari output gerbang OR. Ketika input B0 berlogika 0 dan B1 berlogika 0, maka outputnya berlogika 1. ketika input B0 berlogika 0 dan B1 berlogika 1, maka outputnya berlogika 0. ketika input B0 berlogika 1  dan B1 berlogika 0, maka outpunya berlogika 0. Sedangkan ketika input B0 berlogika 1 dan input B1 berlogika1, maka outputnya berlogika 0.





7. Link Download [Kembali]

  • Download HTML [klik disini]
  • Download Rangkaian Simulasi [klik disini]
  • Download Video Simulasi [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang NOT [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang AND (2 input) [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang OR (2 input) [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang NAND (2 input) [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang NOR (2 input) [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang XOR (2 input) [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang XNOR 4077 (2 input) [klik disini]
  • Tugas Pendahuluan 2




    1. Kondisi
    [Kembali]

    Percobaan 2- Kondisi 1

    Buatlah rangkaian seperti pada modul percobaan 2, kemudian buatlah kondisi dengan inputan berupa saklar SPDT
    • Rangkaian sederhana 1 : B=1, D=1, A=1, C'=1, D=1
    • Rangkaian sederhana 2 : B=1, D=1, A=1, B=1, C'=1

    2. Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]



    3. Video Simulasi [Kembali]




    4. Prinsip Kerja [Kembali]

    • Pada Rangkaian Sederhana 1
    Pada rangkaian sederhana 1, setiap SPDT menghasilkan logika 1 dan masuk pada masing-masing gerbang  dengan logika 1. Pada gerbang logika XOR tiap inputnya ialah berlogika maka pada outputnya bernilai 0, karena pada prinsipnya gerbang logika XOR akan berlogika 1 ketika jumlah inputnya ganjil , sebaliknya jika jumlah input berlogika 1 berjumlah genap  maka outputnya berlogika 0. Selanjutnya pada gerbang AND, Pada kaki 1 yakni  A nilai input logikanya ialah logika 1 , pada kaki kedua yaitu C, disambung dengan gerbang NOT yang mana menyebabkan input pada kaki kedua yakni C logika 0, dan pada kaki 3 yakni D nilai input logikanya ialah logika 1. karena pada kaki input 2 C dipasang gerbang NOT, maka output yang dikeluarkan oleh gerbang AND adalah logika 0. Hal ini karena prinsip kerja gerbang AND, yaitu output yang dikeluarkan berlogika 1 ketika semua input berlogika 1 dan sebaliknya, output yang dikeluarkan berlogika 0 jika terdapat salah satu input memiliki masukan berlogika 0. Dengan output XOR dan AND sama-sama 0, maka input yang masuk ke gerbang OR adalah 0 yang menyebabkan LED tidak menyala.
      

    • Pada Rangkaian Sederhana 2
    Pada rangkaian sederhana 2, Setiap SPDT menghasilkan logika 1 dan kemudian diteruskan ke gerbang logika sebagai input dengan logika 1. Pada gerbang logika XOR tiap inputnya ialah berlogika 1  maka pada outputnya bernilai 0, karena pada prinsipnya gerbang logika XOR akan menghasilkan output  1 ketika input berjumlah ganjil , sebaliknya jika jumlah input  berjumlah genap maka outputnya berlogika 0. Selanjutnya pada gerbang AND, Pada kaki 1 yakni di A nilai input logikanya ialah logika 1, kaki 2 yakni di B nilai output logikanya logika 1, dan pada kaki 3 yakni di C nya disambung dengan gerbang NOT yang menyebabkan input pada kaki C logika 0. karena pada kaki input C dipasang gerbang NOT, maka output yang dikeluarkan oleh gerbang AND adalah logika 0. Hal ini karena prinsip kerja gerbang AND ialah output yang dikeluarkan berlogika 1 jika semua nilai input berlogika 1 dan sebaliknya, output yang dikeluarkan berlogika 0 jika terdapat salah satu input memiliki masukan berlogika 0. Dengan output XOR dan AND sama-sama 0, maka input yang masuk ke gerbang OR adalah 0 yang menyebabkan LED tidak menyala.
     
    pada percobaan 1 dan 2 terdpat perbedaan posisi gerbang not nya, yang mana pada percobaan 1 gerbang not terletak di kaki 2 gerbang AND. Sedangkan pada percobaan 2 gerbang not terletak di kaki 3 gerbang AND

    5. Link Download [Kembali]




    Modul 1- Pratikum Sistem Digital




    MODUL 1
    Gerbang Logika Dasar & Monostable Multivibrator


    1. Tujuan
    [Kembali]
    1. Merangkai dan menguji operasi dari gerbang logika dasar
    2. Merangkai dan menguji gerbang logika dasar, aljabar boelean, dan peta Karnaugh
    3. Merangkai dan menguji multivibrator

    2. Alat dan Bahan [Kembali]

    1. Panel DL2203C
    2. Panel DL 2203D
    3. Panel DL 2203S
    4. Jumper

    3. Dasar Teori [Kembali]

    Gerbang Logika Dasar

    Gambar 1.1 (a) Rangkaian dasar gerbang AND (b) Simbol gerbang AND

    Tabel 1.1 Tabel Kebenaran Logika AND
    Bisa dilihat diatas bahwa keluaran akan bernilai 1 jika semua nilai input adalah 1, dan jika salah satu atau lebih input ada yang bernilai nol maka output akan bernilai nol.

    2. Gerbang OR
    Gambar 1.2 (a) Rangkaian dasar gerbang OR (b) Simbol Gerbang OR
    Tabel 1.2 Tabel Kebenaran Logika OR
    Bila dilihat dari rangkaian dasarnya maka didapat tabel kebenaran seperti di atas. Pada gerbang logika OR ini bisa dikatakan bahwa jika salah satu atau lebih input bernilai 1 maka output akan bernilai 1 . Nilai output bernilai 0 hanya pada jika nilai semua input bernilai 0.

    3. Inverter (Gerbang NOT)

    Gambar 1.3 (a) Rangkaian dasar Gerbang NOT (b) Simbol gerbang NOT
    Tabel 1.3 Tabel Kebenaran Logika NOT
    Gerbang NOT merupakan gerbang di mana keluarannya akan selalu berlawanan dengan masukannya. Bila pada masukan diberikan tegangan ,maka transistor akan jenuh dan keluaran akan bertegangan nol. Sedangkan bila pada masukannya diberi tegangan tertentu, maka transistor akan cut off, sehingga keluaran akan bertegangan tidak nol.

    4. Gerbang NOR
    (a) 
    (b)
    Gambar 1.4 Rangkaian dasar gerbang NOT (b) Simbol Gerbang NOR
    Tabel 1.4 Tabel Kebenaran Logika NOR
    Gerbang NOR adalah gerbang OR yang disambung ke inverter. Jadi nilai keluarannya merupakan kebalikan dari gerbang OR. 

    5. Gerbang NAND

    (b)
    Gambar 1.5 (a) Rangkaian dasar gerbang NAND (b) Simbol gerbang NAND
    Tabel 1.5 Tabel Kebenaran Logika NAND

    Gerbang NAND adalah gerbang AND yang keluarannya disambungkan ke inverter. Dan nilai dari tabel kebenarannya merupakan kebalikan dari tabel kebenaran dari gerbang AND. 

    6. Gerbang Exclusive OR (X-OR)
    Gambar 1.6 (a) Rangkaian dasar gerbang X-OR (b) Simbol gerbang X-OR
    Tabel 1.6 Tabel Kebenaran Logika X-OR
    X-OR merupakan gerbang OR yang bersifat exlusif, di mana keluarannya akan nol jika masukannya bernilai sama, dan jika salah satu masukannya berbeda maka keluarannya akan bernilai 1.

    Multivibrator

    Multivibrator termasuk kedalam rangkaian generatif, artinya suatu rangkaian yang satu atau lebih titik keluarannya dengan sengaja dihubungkan kembali kemasukan untuk memberikan umpan balik.

    Multivibrator adalah rangkaian sekuensial atau rangkaian aktif. Rangkaian ini dirancang untuk mempunyai karakteristik jika salah satu rangkaian aktif bersifat menghantar, maka rangkaian aktif yang lain bersifat cut-off atau terpancung. Multivibrator berfungsi untuk menyimpan bilangan biner, mencacah pulsa, menahan atau mengingat pulsa trigger, menyerempakkan operasi aritmatika, dan fungsi lain yang ada dalam sistem digital. Keluarga multivibrator yang akan dibahas adalah rangkaian astabil, rangkaian bistabil dan rangkaian monostabil.

    1. Multivibrator Astabil
    Multivibrator astabil adalah multivibrator yang tidak mempunyai keadaan stabil. Multivibrator akan berada pada salah satu keadaan selama sesaat dan kemudian berpindah ke keadaan lain selama sesaat pula. Keluaran berosilasi di antara dua keadaan tinggi dan rendah ditentukan oleh parameter rangkaian dan tidak memerlukan pulsa masukan.Oleh karena itulah multivibrator astabil disebut juga multivibator bebas bergerak atau free running multivbrator.Multivibrator ini biasa digunakan sebagai pembangkit pula(clock). Multivibrator astabil juga dapat dibangun menggunakan transistor IC pewaktuan dan resistor.

    2. Multivibrator Monostabil
    Multivibrator ini hanya mempunyai satu keadaan stabil. Kuasi stabil terjadi bila keadaan stabil dipicu ke keadaan lain. Waktu perubahan dari keadaan stabil dipicu ke keadaan lain. Waktu perubahan dari keadaan tidak stabil ke keadaan stabil (kuasi stabil) ditentukan oleh rangkaian RC.Monostabil juga disebut  ultivibrator satu bidikan (one shot multivibrator).


    3.Multivibrator Bistabil
    Rangkaian mulvibrator bistabil adalah rangkaian multivibrator yang mempunyai dua keadaan stabil yaitu stabil tinggi atau keadaan logika tinggi dan stabil rendah atau stabil rendah atau keadaan logika rendah. Keluaran bistabil akan berubah dari keadaan tinggi ke keadaan rendah atau sebaliknya jika rangkaian tersebut diberi suatu masukan atau di-triger. Rangkaian bistabil disebut juga flipflop.Ada beberapa macam flip-flop yaitu  S, D, Togle, JK, dan JK master save flipflop.


    Tugas Pendahuluan 1




    1. Kondisi
    [Kembali]

    *Percobaan 1- Kondisi 8*

        Buatlah sebuah rangkaian lengkap yang memuat 3 gerbang NAND dengan 2, 3 input dan 4 input, kemudian gerbang NOR dengan 2 dan 4 input,kemudian 1 gerbang XOR dan 1 gerbang XNOR. Dan output akhir rangkaian keseluruhannya ditunjukkan dengan LED atau LOGIC PROBE. Dimana input awal berupa 3 saklar SPDT.

    2. Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]



    Gambar 1. Rangkaian ketika belum disimulasikan


    Gambar 2. Rangkaian disimulasikan dengan 
    output akhir logika 0 (Variasi input SPDT : 1,1,1)


    Gambar 3. Rangkaian disimulasikan dengan 
    output akhir logika 1 (Variasi input SPDT : 0,1,1)

    3. Video Simulasi [Kembali]




    4. Prinsip Kerja [Kembali]
    • Kondisi 1 (output akhir logika 0)
            Ketika input dari SPDT dihubungkan ke VCC, maka akan menyenbabkan berlogika 1, sedangkan ketika input SPDT dihubungkan ke ground, maka akan menyebabkan berlogika 0. 
    Pada kondisi pertama, ketiga input SPDT dihubungkan ke VCC sehingga semua SPDT berlogika 1. Logika 1 dari setiap SPDT tersebut kemudian dihubungkan ke gerbang NAND 2 input, 3 input, dan 4 input. Sebagaimana prinsip kerja dari gerbang NAND yang mana merupakan gerbang AND (menggunakan prinsip perkalian) yang keluarannya dihubungkan dengan inverter, sehingga output nya adalah kebalikan dari gerbang AND, yaitu outputnya akan bernilai 1 ketika semua inputnya 1. Dengan demikian, semua gerbang NAND akan menghasilkan output berlogika 0 (low) karena semua inputnya bernilai 1. 
        Output yang dihasilkan dari gerbang NAND kemudian diteruskan ke gerbang NOR. sebagaimana prinsip kerja gerbang NOR yang mana merupakan gerbang OR yang outputnya dihubungkan dengan inverter, maka outputnya adalah kebalikan dari gerbang OR, yaitu outputnya akan bernilai 0 ketika salah satu atau lebih inputnya bernilai 1, dan akan bernilai 1 ketika semua inputnya nol, maka pada rangkaian simulasi terlihat bahwa kedua gerbang NOR dengan 2 dan 4 input  diberikan input 0 pada semua inputnya sehingga menyebabkan outputnya bernilai 1 (high). 
        Output 1 yang dihasilkan oleh kedua gerbang NOR kemudian dihubungkan kepada gerbang X-OR, 2 input,sebagai inputnya. sebagaimana prinsip kerja gerbang X-OR (exclusive OR) yang mana akan menghasilakn logika 1 ketika pemjumlahan inputnya ganjil maka akan berlogika 1, sedangkan ketika penjumlahan inputnya genap maka akan berlogika 0. Dengan demikian, pada rangkaian terlihat bahwa kedua input gerbang X-OR berlogika 1, yang mana 1+1= 0 dengan carry 1, atau 1+1=10 attau bernilai genap. sehingga output dari gerbang X-OR tersebut berlogika 0. 
        Kemudian output dari X-OR tersebut dihubungkan dengan gerbang XNOR bersama-sama dengan output dari gerbang NOR dengan 4 input. Gerbang X-NOR (exclusive NOR) merupakan gerbang yang akan menghasilkan output  berkebalikan dengan X-OR, yang mana outputnya akan berlogika 1 ketika kedua input bernilai genap dana akan menghasilkan output 0 ketika kedua output bernilai ganjil. sebagaimana yang terlihat pada rangkaian, bahwa gerbang X-NOR memiliki input 1 dan nol, yang mana 1+0= 1 atau bernilai ganjil, maka output yang dihasilkan adalah berlogika 0.
          Dengan demikian, dapat dilihat bahwa rangkaian percobaan 1 dengan kondisi 8 akan menghasilkan output berlogika 0 ketika semua input SPDT-nya berlogika 1.

    • Kondisi 2 (output akhir logika 1)
        Pada kondisi 2, input SPDT dihubungkan ke VCC dengan variasi input untuk ketiag SPDT berturut- turut adalah 0, 1,1. Untuk gerbang NAND dengan 4 input, telihat bahwa inptunya adalah 0, 1, 1, 1. begitu juga dengan gerbang NAND dengan 3 input, terlihat bahwa inptunya berlogika 0, 1, 1. Sebagaimana prinsip kerja dari NAND, yaitu kebalikan dari prinsip perkalian gerbang AND, maka outputnya akan bernilai 1 ketika semua inputnya 0. maka output dari gerbang NAND dengan  3 dan  4 input adalah 1. sedangakan untuk gerbang NAND dengan 2 input menghasilkan output dengan logika 0.
        Kemudian output dari ketiga gerbang NAND dihubungkan dengan gerbang NOR. gerbang NOR merupakan kebalikan dari gerbang OR, atau keluaran gerbang OR yang dihubungkan dengan inverter. gerbang NOR akan berlogika 0 ketika salah satu atau lebih inputnya bernilai 1. sebagaimana yang terlihat pada rangkaian, bahwasanya gerbang NOR dengan 4 dan 3 input memiliki input yang memiliki 1 atau lebih input dengan logika 1, maka output dari gerbang NOR tersebut berlogika 1. 
        Kemudian output dari kedua gerbang NOR dihubungkan dengan gerbang X-OR( exclusive OR), sebagaimana prinsip kerja gerbang X-OR (exclusive OR) yang mana akan menghasilakn logika 1 ketika pemjumlahan inputnya ganjil maka akan berlogika 1, sedangkan ketika penjumlahan inputnya genap maka akan berlogika 0. Dengan demikian, pada rangkaian terlihat bahwa kedua input gerbang X-OR berlogika 0, yang mana 0+0= 0 atau bernilai genap. sehingga output dari gerbang X-OR tersebut berlogika 0.
        Output dari gerbang X-OR kemudian duhubungkan dengan gerbang X-NOR. Gerbang X-NOR (exclusive NOR) merupakan gerbang yang akan menghasilkan output  berkebalikan dengan X-OR, yang mana outputnya akan berlogika 1 ketika kedua input bernilai genap dana akan menghasilkan output 0 ketika kedua output bernilai ganjil. sebagaimana yang terlihat pada rangkaian, bahwa gerbang X-NOR memiliki input 0 dan 0, yang mana 0+0= 0 atau bernilai genap, maka output yang dihasilkan adalah berlogika 1.
        Dengan demikian, dapat dilihat bahwa rangkaian percobaan 1 dengan kondisi 8 akan menghasilkan output berlogika 1 ketika semua input SPDT-nya berlogika 0.

    5. Link Download [Kembali]

  • Download HTML [klik disini]
  • Download Rangkaian Simulasi[klik disini]
  • Download Video Simulasi [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang NAND (2 input) [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang NAND (3 input) [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang NAND (4 input) [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang NOR (2 input) [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang NOR (4 input) [klik disini]
  • Download Datasheet Gerbang XOR (2 input) [klik disini]
  • Download Datasheet Gebrang XNOR 4077 (2 input) [klik disini]
  • MODUL 4 PRATIKUM uP dan uC

    [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI     1. Pendahuluan     2. Tujuan     3. Alat dan Bahan     4. Dasar Teori     5. Percob...